Lah, gue keren juga ya...
__
Rasanya tetap sama. Ada sedikit kekecewaan karena tahun ini segera berakhir. Gue belum ngapa-ngapain. Tidak ada hal besar dan gebrakan yang gimana-gimana.
Gue belum tahu mau tahun baruan dengan ngapain.
Dari dulu, malam tahun baru gue normal-normal aja.
Sewaktu SMP dahulu, malam pergantian tahun baru gue habiskan dengan menginap di rumah tetangga. Bercandain tukang bakpao, lalu menonton film horor sampai tidak bisa tidur.
Tahun-tahun berikutnya gue cuma keluar rumah, duduk di parkiran Superindo, menenggak kopi Nescafe kalengan sambil memperhatikan mobil yang lalu lalang di jalanan depan. Kadang, lagu dari earphone disambut dar der dor kembang api yang meledak di langit. Seolah menghubungkan apa yang ada di kepala gue dengan dunia nyata.
Gue juga pernah menghabiskan tahun baru dengan bermacet-macet ria di Kuta, dan berakhir pulang ke kos dan menonton Keramat 2. Tahun lalu, gue terkantuk-kantuk di Bandara Mesir. Menunggu pesawat ke Arab karena pengin umroh.
Di malam-malam biasa, yang gue lakukan adalah menulis.
Tahun ini pun begitu.
Perasaan yang muncul sebelum awal menulis selalu saja kacau. Tidak ada yang bisa gue banggakan dengan apa yang gue lakukan di tahun ini. Di hari-hari biasanya juga begitu. Sewaktu dijalani, gue suka mengeluh karena capek, gatau masa depan akan gimana, panik sendiri, nggak seterkenal orang lain, dan kawannya, dan kawan lainnya yang lebih kampret lagi.
Di tengah menulis, yang gue lakukan selalu sama: membuka gallery dan catatan lama. Mengecek foto dan potongan video yang tidak ter-upload.
Tidak ada yang spesial, tetapi tahun ini pertama kalinya gue beli kacamata minus. Gue juga mendekor kamar karena pada saat itu gue berencana untuk membuatnya jadi studio dan merekam banyak video Talks di sana. Tahun ini gue belajar tentang hubungan orangtua dan anak, khususnya gimana cara gue berinteraksi dan mengungkapkan rasa sayang ke nyokap. Gue beberapa kali ketemu temen-temen kreator, ngobrol sama temen deket sambil dokumentasiin dalam bentuk video. Gue juga sempat pelihara cupang, lalu kasih cupangnya ke temen karena balik ke Bali. Gue sempat ke Jakarta karena ada kerjaan, udah kayak artis-artis di luar sana. Dapat teman barista, dapat teman orang bali, pertama kali naik kapal untuk menyeberang dari Jakarta ke Lampung, jual mobil, beli sepeda, menulis dan stuck, dan menulis lagi, dan menulis lagi. Dua buku terbaik di tahun ini adalah Solanin dan The Creative Act: A Way of Being. Di tahun ini gue sadar kalau tidak semua tulisan Haruki Murakami cocok buat gue. Sadar kalau tidak semua buku harus selalu ada di lemari dan memutuskan untuk menjual seluruh buku yang gue punya. Gue juga merawat tanaman di balkon kos di Bali sejak April dan sekarang, baru gue sadar, semuanya sudah tumbuh dan berubah dan berbeda.
Seperti gue.
Rasanya memang selalu sama. Di awali dengan perasaan yang gitu-gitu aja, kok udah akhir tahun aja tapi nggak ada achievement apa-apa, lalu diakhiri dengan sebuah pertanyaan, “Ini yang gue lewatin? Benaran?”
Kayak nggak masuk akal. Kayak gimmick, tapi real.
Tapi beneran.
Gue selalu tidak percaya dengan diri sendiri, tapi yang pahit-pahit juga bisa terlewati. Menangis, tetapi maju. Tidak terlihat, tapi ternyata berprogres.
Elo, gue yakin juga pasti begitu.
Coba perhatiin detail-detail kecil dalam setahun ini. Bukan cuma desember, atau dua minggu terakhir.
Perhatiin apa yang nggak lo upload, yang tidak lo ceritakan ke banyak orang. Yang diam-diam lo perjuangkan sendirian. Yang lo nikmati meski kadang tidak masuk akal.
Coba diam sebentar setelah mengingat itu semua.
Pasti ada rasa-rasa, “Lah, gue keren juga ya.”
__
Kalau suka karya gue dan mau bikin gue rajin ngepost, bantu support dengan klik ini:
📝 Yang Gue Lakukan Belakangan Ini:
Kemarin menutup tahun dengan bertualang ke kampung orang asli Bali di Desa Sukasade! Seru abis!
🧠 Yang Gue Pikirin Belakangan Ini:
Hmmm siapa ya jagoan yang mantab untuk Culinary Wars Season 2?
📸 Foto-foto Belakangan Ini:













Aku suka banget
aku tetep nunggu life update bang kresno